Showing posts with label kehidupan. Show all posts
Showing posts with label kehidupan. Show all posts

Thursday, November 7, 2019

Jangan Mencintai Terlalu Berlebihan


Hikmah Kehidupan, part 1
Jangan Mencintai Terlalu Berlebihan

Hai sahabat, uda lama ya kita gak bertemu. Gimana kabar kalian? Semoga kita semua dalam jiwa dan raga yang baik ya J Kangen juga rasanya nulis blog. Udah lama aku gak ngunjungin blogku dan rasanya agak sedikit asing dan canggung untuk memasukinya lagi. Selama aku ninggalin rumah online ku ini, a.k.a blog, aku masih tetap menulis kok, tapi di tempat lain. Jangan cemburu ya :p Sekarang aku pulang, untuk menyapa isi rumahku. Ingin rasanya kembali dan berbagi bersama kalian semua. Bercerita panjang lebar mengenai fakta dan fiksi. Hmmm, aku tertarik buat menulis cerita-cerita tentang kehidupan yang kiranya dapat kita petik hikmahnya bersama. Ya, aku kembali dengan membawa segmen cerita baru “Hikmah Kehidupan”. Doakan segmen ini bisa sampai puluhan hingga ratusan atau bahkan ribuan part ya! Biar apa? Ya biar bermanfaat lah. Aamiin…
Hikmah Kehidupan episode pertama ini aku mau cerita tentang betapa pentingnya makna “jangan mencintai terlalu berlebihan” dari beberapa pengalaman hidupku. Ya benar, mencintai sesuatu secara berlebihan mungkin akan membuatmu looks crazy, sometimes.
But, hey I’m not talking about someone special in my life yhaa. Noooooo. Ini mengenai something, not someone.
Terkadang sebagai manusia, pernah rasanya kita mencintai sesuatu secara berlebihan. Sebuah barang yang selalu disayang-sayang, bahkan ada yang ngerasa gak bisa hidup tanpa si barang ini. Ada orang yang punya hobi masak, trus punya wajan yang sangaaaattt disayang. Trus kalau dipake yang lain, dia ngomel2. Ada juga mak-mak yang sayaaaaanggg banget sama tupperwarenya, trus kalau pas lagi ketlingsut, eh sampe kepikiran, trus sedih, katanya Tupperware is my life. Ada juga bapak-bapak yang sayaaaaanggg banget sama mobilnya, trus gak rela kalau ada yang nyolek si mobil, apalagi ada yang mbaret. Beh, tiap ada noda aja selalu dibersihin sampe kinclong. Katanya sih mobil kesayangan. Ada juga mbak-mbak MUA yang kalau brush nya dipinjem, matanya melotot sambil marah-marah. Bilang ini brush yang paling kusayang, jangan sentuh sentuh! Nek katane wong jowo, pokoke sing paling di eman-eman lah. I think all of human in this planet pernah ngerasain ini. Punya sesuatu yang dirasa cukup disayang, bermakna, dan harus kudu wajib dijaga banget.
Saat itu, aku dapet mobil dari orangtuaku, yang udah nemenin aku selama ngejalanin beratnya sekolah biar jadi dokter di Yogyakarta. Senang bukan kepalang, karena tak lagi harus berjalan ke kampus atau naik motor disertai teriknya matahari diatas ubun-ubun saat berangkat kuliah dan ngelab. Tapi sayang, beberapa hari setelah dapet mobil baru, aku nabrak pohon besar di area tidak jauh dari kampus. Sedih, takut, dan bingung. Kap mobil penyok? Off course lah. Baret body mobilnya?  Bukan lagiiii.. Aku buru-buru telpon orangtua. Cerita, minta maaf, nangis, ngerasa gak bisa jaga barang mereka. Tapi di balik telpon mereka hanya bilang “Kamu gak papa? Ada yang luka? Yaudah kalau gakpapa, Alhamdulillah”.
Lain hari, aku beli sebuah Hp baru dari uang pribadiku. Padahal nih masih ada Hp yang lama dan bisa dibilang baik-baik saja secara performa, bahkan sampe sekarang aku pake jualan lhooo. Jadi beli hp baru itu karena ngerasa memori hp lama sudah abis dengan segudang aplikasi dan ebook. Hp baru yg aku beli saat itu agak pricey emang, tapi kayak ngerasa puaaaasss banget. Bisa beli barang mahal (ini buatku ya, mon map buat kalangan tajir melintir) dengan duit sendiri. Bangga (saat itu). Seneng bukan main laahh. Trus ngerasa kayak sayaaangg banget sama nih Hp. Kadang hp lama sampe dianggurin. Trus sukanya lama-lamaan sama nih hp baru. Wajar gak sih? Eh trus beberapa hari dia jatuh donggg, dan LCD nya rusak. Okedeh, masuk rawat inap deh nih hp baru wkwk sedih? Jujur, Ya iya lah, that’s normal I think.
Beda hari, laptopku mulai agak sedikit rewel, trus aku service in deh. Dengan alasan laptop lama yang uda mulai usang, trus aku juga pingin ganti suasana dengan beli macbook. Rencananya, nanti yang laptop lama akan dijual buat nambahin beli laptop baru. Sesimple itu, kemudian aku beli macbook baru dengan harga yang sangat menguras kantong tabunganku. Belum ada setengah tahun nih yaaaa (aku beli stase terakhir koas), eh beberapa hari yang lalu macbooknya jatuh donggg dan kebanting kenceng banget. LCD rusak. Dan harga LCD nya wooowww fantastic. Alhasil, aku merelakannya pergi untuk dijual saja. Sedih? Iya pasti.
Tapi, kejadian itu semua memberikan pelajaran yang sangat luar biasa mengenai jangan mencintai sesuatu secara berlebihan. Ini tentang pelajaran yang bener-bener aku rasain. Ngerasa kayak ditampar beberapa kali. Diingetin sama Yang Kuasa bahwa, “Hei, jangan terlalu sayang. dia gak abadi buat hidupmu”, atau mungkin “Tenang, Aku lagi mau kasih kamu yang lebih, nih Kusimpan”, atau “dia gak baik buatmu, uda sampai sini aja”, atau jangan-jangan sekedar “AKU MERINDUKANMU”.
Ohya, setiap kejadian itu aku memang sedih, but sorry ya, aku gak sampe meratapi kok, wkwk. Karena prinsipku sedih boleh, meratapi jangan!

See you next episode! J

Saturday, October 14, 2017

Penerapan Pola Makan Secukupnya Ala Rasulullah, Pencegahan Pneumonia Yang Efektif dan Efisien

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Rasulullah dalam khutbah menjelang Bulan Ramadhan menjelaskan setelah Bulan Sya’ban akan datang bulan yang dipenuhi keberkahan, rahmat dan maghfirah. Bulan yang permulaannya adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka (Dyayadi, 2007). Setiap muslim akan mempersiapkan dengan matang untuk penyambutan bulan ini. Menyiapkan segala hal, mulai dari amalan yaumiah, amalan jama’iah  dan hal  yang selalu dipentingkan adalah menu makan berbuka dan sahur. Kebiasaan yang sering kita temui adalah mementingkan persiapan yang ketiga, hingga pada akhirnya nikmat puasa hilang seketika karena berlebihan dalam mempersiapkan hal yang tidak terlalu penting.
Berbicara tentang buka puasa yang berlebihan, ini akan sangat mengganggu amalan yang telah kita persiapkan jauh-jauh hari. Sebagai contoh, sholat isya’ dan tarawih menjadi tidak khusuk karena kontraksi perut yang menimbulkan rasa nyeri. Selain itu, waktu tidur yang lebih cepat sehingga amalan pada malam hari hanya dipergunakan untuk tidur. Hal ini sama sekali tidak ada tuntunannya.
Rasulullah memiliki pola makan yang mementingkan berbagai aspek mulai dari faidah, kenikmatan, dan kesehatan. Rasullah menganjurkan kita untuk makan dengan cukup, hanya cukup untuk menegakkan tulang sulbi atau tulang rusuk. Sifat manusia yang tak puasa dengan sesuatu yang cukup maka terdapat keringanan didalam perintah tersebut, yaitu dengan mengisi perutnya sepertiga untuk makan, sepertiga untuk minum, dan sepertiga untuk udara. Dalam hal berpuasapun Rasulullah juga memperhatikan pola makan, seperti yang tertuang dalam hadist “Nabi SAW, selalu berbuka sebelum shalat (maghrib) dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada kurma basah dengan kurma kering; jika tidak ada kurma kering, beliau minum beberapa teguk air.” (HR. Ahad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).

Saturday, March 12, 2016

Terimakasih Cinta

Terimakasih Cinta
Oleh: Rima Nur Rahmawati

Cinta, kata yang sering diagung-agungkan oleh para remaja umur belasan hingga dua puluhan.
Cinta, kata yang sering menjadi asal muasal terjadinya fitnah.
Cinta, satu kata yang mengandung makna ratusan, bahkan ribuan arti yang berbeda.
Cinta, satu kata yang dapat mendekatkan hati yang sebelumnya terpaut jarak.
.
.
Aku mengenalnya sekitar tiga tahun yang lalu, saat pertama kali menginjakkan kaki di Kota Pelajar ini.
Dia yang mengajarkanku makna cinta sesungguhnya.
Mengajarkan pada sosok yang sebelumnya belum menjamah apa itu cinta.

Sunday, February 28, 2016

Selamat Tinggal

Selamat Tinggal
Oleh: Rima Nur Rahmawati

Pagi yang seharusnya indah,
Pagi yang seharusnya disambut dengan senyum ceria.

Hmm, selamat pagi dunia. Have a nice day J , gerutuku pagi ini masih dengan nuansa mata yang sembab.

Jam masih menunjukkan pukul 3.00 dini hari, belum ada suara ayam yang berkokok satu ekorpun.
Aku berjalan menyisiri lorong rumah yang masih gelap gulita, sengaja tak ada lampu yang kunyalakan seperjalananku menuju belakang rumah.
Sambil duduk di anak tangga belakang rumah, ku sruput teh hangat yang tak begitu manis. 
Mungkin bisa dibilang sedikit hambar. Oh bukan, tak lagi sedikit hambar, tapi memang hambar dan pahit. Tak ada sebutir gulapun yang aku taburkan di gelasku. Aku hanya ingin merasakan yang seharusnya dirasakan, bukan dibuat-buat. Daun teh yang sejatinya pahit dan tak manis, tidak seharusnya dibuat manis dan dipaksa untuk menjadi manis.


Sunday, August 23, 2015

Saya Menyebutnya, Cinta :)

pagi itu, ketika menginjakkan kaki di tanah air, ingin rasanya saya berteriak. berteriak dengan lantang bahwa saya bangga berada di negara ini. saya bangga menjadi bongkahan warga di sini, di Indonesia yang senantiasa kurindukan beberapa hari yang lalu.
pagi itu, dengan dijemput keluarga, saya memasuki mobil yang sesak dengan orang-orang terkasih, dan pastinya barang bawaanku yang tak sedikit pula.
setelah meninggalkan tanah air selama kurang lebih 10 hari, kini saya benar-benar merasakan banyak perubahan. yang pastinya, di dalam dada ini, lebih terasa cinta kepada tanah air. ya, rasa cinta itu semakin menjadi-jadi.
***
(1) saya duduk bersama delegasi dari Indonesia lainnya, di tribun yang luar biasa besarnya, saya dapat melihat dengan jelas muka-muka peserta lainnya dari berbagai negara. semua membaur menjadi satu di ruangan yang sangaaatttt besar. gemericik suara dari berbagai bahasa menjadi atmosfer tersendiri bagiku.
entah, walau ini bukan yang pertama, tapi saya selalu merasa getaran yang berbeda setiap kali merasakan atmosfer ini. ya, inilah atmosfer perjuangan. perjuangan tak harus mengacungkan sebuah pedang bukan? inilah caraku untuk membuktikan rasa cintaku dan terimakasihku pada bangsaku, Indonesia.

Tuesday, May 5, 2015

kenalkan pada ayah

Siapa laki laki yang memintamu dari Ayah Nak?


Apa kabarmu disana nak?

Dikota yang berjarak dua jam perjalanan dari sini, apa kau masih mengingat orang tua renta ini? Yang setiap saat tak henti mendoakan segala yang terbaik untukmu.


Wednesday, April 8, 2015

BUKAN AKU YANG MENGAJARI MEREKA

BUKAN AKU YANG MENGAJARI MEREKA
Oleh: Rima Nur Rahmawati

Namaku Mira, seorang mahasiswi kedokteran di salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Sore itu, dengan dress merah jambuku, aku berjalan di lorong fakultas sembari membawa map merah berisikan biodata, lembar formulir, dan foto berukuran 3x4. Kakiku seakan lemas, tak kuasa melanjutkan perjalanan yang sebenarnya tak jauh juga. Entah, ada perasaan takut di dalam hati ini. Perasaan cemas, ragu, dan segala hal yang berbau negative thinking.
Hari ini, aku yang bukan siapa-siapa, disuruh melamar menjadi seorang mentor oleh seorang dokter yang menjadi dosen pengampu kuliahku. Lidahku kelu saat ingin mengatakan, “saya tak sanggup dok, saya tak cukup memiliki ilmu untuk menjadi mentor”, pita suaraku pun ikut mengencang saat ingin berkata, “jangankan untuk berbagi ilmu agama dengan menjadi mentor, saya saja malas-malasan ikutan mentoring. Seandainya mentoring ini tidak bersifat wajib, mungkin saya tidak mengikutinya.”
Lalu, hei, ketika semua kata-kata itu melayang dalam angan, tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dari belakang. “Jangan ragu, masuklah ke dalam. Kalau memang kamu belum pantas menjadi salah satu mentor di fakultas ini, ya kamu tidak akan lolos seleksi bukan? Yang daftar banyak, jangan kepedean bakal lolos.” Sambil tertawa, salah satu dosen muda itu meninggalkanku yang berdiri terpaku di balik pintu masuk. Kata-katanya sedikit, sedikit menyakitkan hatiku kala itu.
Bismillah, aku mengetuk pintu itu sembari berucap salam. Kata ustadzku dulu, tak afdhol jika masuk ruang tak mengucap salam. Sedetik, dua detik, tiga detik, empat detik, aku hanya berdiri di depan meja registrasi. Seolah ragu akan menyodorkan berkas-berkas dalam map tersebut. “jadi submit tidak dek?” pertanyaan ibu-ibu petugas itu sontak memecah diamku. Spontan, tanganku yang kaku langsung menyodorkan berkas itu ke petugasnya. Sambil tersenyum, aku berbalik badan dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Singkat cerita, aku lolos seleksi administrasi dan lanjut dalam tes wawancara dan tes lisan. Tak ada persiapan apapun untuk menyongsong tes kali ini. Sungguh hina sekali bukan? Naluri dan akalku semalaman telah beradu, perang, pecah, tak sanggup untuk berkata ya atau tidak. Ketika naluriku tahu bahwa kewajiban setiap muslim adalah berdakwah, walau hanya satu ayat, dengan cara bagaimanapun. Seketika itu akalku tak kuasa berkata bahwa aku hanya seonggok debu yang tak lebih baik dari mereka, para pendaftar mentor lainnya.
Hari berganti hari, pengumuman mentor yang lolos sudah dipampang di papan pengumuman. Bagai petir di siang bolong, aku melihat namaku jelas di jajaran nama mentor lainnya. “Apa iniii???” Naluri dan akalku kembali bergejolak. Perasaan sebagai butiran debu tak bernilai semakin menjadi, lebih parah bahkan. Bagaimana tidak, mereka yang duduk dalam nama mentor itu minimal telah hafal 1,5 juz, lebih bahkan. Lalu bagaimana dengan aku? Ya, aku tetaplah seonggok debu tak ternilai.
Senin, selasa, rabu, pergantian hari membuat tekad ku untuk resign dari mentor semakin bulat, kokoh, dan tak tertandingi. Walaupun sang naluri berkata, “jangaaannn lakukan itu”.Bukankah hidup adalah pilihan? Pilihlah apa yang membuat hatimu senang.” begitu sang akal mengelaknya.
Cobalah dulu, jangan mundur sebelum kamu mencoba. Apakah mental dari sang juara dunia seperti ini? Penakut? Takut hanya karena merasa tak pantas? Allah telah memilihmu, maka lakukanlah sebisamu. Bukankah wajib hukumnya bagi setiap orang muslim untuk berdakwah? Lakukan semaksimal mungkin seperti saat kamu mengejar duniamu yang kamu suka. Saya yakin, banyak kelebihan yang kamu miliki dan tidak dimiliki orang lain, termasuk para mentor lainnya disini. Saya percaya, kamu bukanlah seonggok debu tak ternilai. Saya percaya, kamu adalah mutiara yang sangat mahal. Mutiara yang masih dalam mulut kerang, belum terlihat. Sekaranglah, waktunya kita, para pencari mutiara dalam kerang itu beraksi mencari sang mutiara, seperti kamu. Jadi saya mohon, kamu membantu saya dengan segenap keikhlasan.”
Kata-kata dosen itu membuatku terdiam, tertegun cukup lama bahkan. Hingga kata-kata itu masuk ke dalam liang telinga, menembus akal yang sebelumnya menolak. Dan akhirnya kini, sang naluri lah yang menang.
*****
Sore ini, aku duduk bersama mereka, adik mentor yang sangat super rupanya. Mungkin ada perasaan minder dalam hati. Tapi hei, ingatlah bahwa setiap orang punya kelebihan masing-masing bukan? Dan aku yakin, aku masih punya satu sisi yang dapat ku bagi kepada mereka, dan tentunya yang mereka belum punya dan ketahui.
Hari demi hari aku merasakan perbedaan setelah berbagi ilmu bersama mereka. Bukan karena aku merasa seolah-olah menjadi seorang pengajar, bukan. Tapi aku sangat merasa bersyukur karena telah terjebak dalam lingkup ini. Lingkungan yang baik ini, yang insyaAllah di barokahi oleh Sang Pemilik kehidupan. aku banyak belajar mengenai Islam dari mereka, banyak belajar mengenai arti kehidupan dari mereka, walaupun mungkin mereka sendiri tak menyadarinya. Dan betapa senangnya hati ini ketika bersama mereka, hati terasa tenang, damai, dan sejuk. Sangat indah, tak pernah kurasakan sebelumnya. Bukan karena apa-apa, tapi karena kita memiliki tujuan yang sama. Mentoring untuk belajar agar semakin dekat kepada Sang Pencipta. Mungkin ini yang dinamakan tersesat dalam jalan yang benar :)

“Bukan aku yang mengajari mereka, tapi justru dengan mengajar adik-adik itu, aku lah yang dapat belajar akan banyak hal. Kehidupan sangat indah jika saling berbagi, bukan?” :)

Thursday, May 22, 2014

“MEMBIASAKAN POLA MAKAN SECUKUPNYA ALA RASULULLAH”, LANGKAH AWAL PENCEGAHAN PNEUMONIA.

“MEMBIASAKAN POLA MAKAN SECUKUPNYA ALA RASULULLAH”,
LANGKAH AWAL PENCEGAHAN PNEUMONIA.
Oleh:
Rima Nur Rahmawati 
Fakultas Kedokteran Univeritas Islam Indonesia

Pneumonia biasa disebut dengan nama radang paru-paru. Penyakit ini bisa menyerang seseorang tanpa batasan umur tertentu. Pneumonia secara umum didefinisikan sebagai penyakit batuk, pilek, disertai sesak napas atau napas yang cepat.1 Selebihnya, pneumonia merupakan infeksi di jaringan paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur yang sifatnya mikroorganisme.1,2 Pneumonia sendiri termasuk penyakit infeksi dan penyakit menular.1 Yang dimaksud menular dalam

Sunday, April 13, 2014

sharing Kuliah FK pendidikan dokter part 2

sesemester lebih aku berada di kota yogyakarta ini, rasanya banyak sekali ilmu yang kudapatkan.. bukan hanya tentang ilmu kedokteran saja, tapi more than that..
di kampus biru ini, aku belajar tentang arti kehidupan.. entah secara langsung atau tak langsung, kampus ini mulai membuat hati dan pikiranku benar-benar utuh sekarang.. tentang bagaimana sesungguhnya hidup, hidup tentang memberi arti bagi sesama, bukan sekedar untuk mendapatkan..
ya, mataku kini benar-benar terbuka.. makna hidup dan perjuangan seorang dokter..
kelak, aku akan menjadi seorang dokter.. bisa saja aku memanfaatkan kedudukanku untuk membuat masyarakat patuh, karena sampai detik ini dokter dianggap seorang yang istimewa di kalangan masyarakat. tapi, lihatlah kampus biruku ketika mencoba mencetak dokter yang profesional.. mencetak dokter-dokter yang sesuai syariat agama.. lihatlah daya juang kampus biruku yang tak pernah padam mendidik mahasiswanya agar ilmu kedokterannya digunakan di jalan-Nya yang benar.. ya, aku sangat merasakannya..
banyak hal yang mereka upayakan demi mencapai cita-citanya mencetak five stars doctor muslim..
dan kini aku berani berkata
"jadi dokter itu harus kaya, karena kamu akan menolong orang-orang diluar sana. karena kamu tak cukup hanya menolongnya dengan ilmumu, tapi kamu juga memerlukan alat terapis dan obat-obatan untuk membantu kesembuhannya. jangan setengah2 dalam menolong orang sekelilingmu yang benar-benar membutuhkan bantuan. tapi ingat, jangan jadikan profesimu menjadi sumber kekayaanmu, tapi buatlah pekerjaan lain yang bisa menjadi sumber untuk profesimu dalam membantu sesama"
bismillah, not just a doctor ~ aamiin

-Rima Nur Rahmawati-

Sunday, September 22, 2013

Aku dan AMTku :)

kemarin, tanggal 21 september 2013 aku yang notabenya mahasiswa baru fakultas kedokteran uii diwajibkan untuk mengikuti AMT (achievement motivation training). aku berangkat bersama 3 temanku lainnya, Ria, Rara, dan Ayu. disana kita yg jumlah pesertanya sekitar 60 orang, dibagi menjadi 2 kelas. aku masuk dikelas B. 
banyak sekali materi yang bisa didapatkan disana. all about kehidupan. tentang kerasnya hidup, dan perjuangan yang SEPANTASNYA dilakukan oleh orang2 yang MAU menggenggam dunia. (maaf capslocknya kececer, hehehe)
kalau mau share tentang apa aja yang didapetin dr acara AMT kemarin sih, aku sampek ndak bisa njabarin. mungkin 1 kata yang mewakilinya, "AMAZING".
alhamdulilah, kemarin aku pulang dengan membawa beberapa hadiah :) ada cadburry chocolate sebagai hadiah karena bisa njawab pertanyaan dari si pemateri :) dan mendapat 3 buah buku motivasi yg kereeeeeennnnn karna diberi penghargaan sebagai peserta terbaik :) trimakasih dr.agus dan seluruh panitia :)

kata terakhir dariku, aku bangga dengan kampus baruku ini. dia dengan sigap mendidik kita untuk benar2 menjadi calon2 dokter muslim yang berkualitas :) i'm proud to be the one of med'faculty student at uii :) 

Friday, November 16, 2012

menjadi mahasiswa

mahasiswa...
sebuah gelar yang ku sandang beberapa bulan ini.
kata orang2 yang pernah merasakan gelar ini sebelumnya, menjadi seorang mahasiswa itu enak. tidak sibuk, bisa jalan2 kemanapun dan kapanpun, tugas bisa diatur, dan sebagainya.
tapi, kenapa yg aku rasain justru berbeda?
benar menjadi mahasiswa itu enak.. :) that's right
tp, buktinya aku sibuk sekarang dengan sandangan mahasiswa dalam namaku. bahkan aku jauh lbh sibuk daripada zaman sekolah dulu.
aku sekarang tidak bisa jalan-jalan sesuka hatiku, kemanapun yang kumau. karna gerak langkah kakiku terbatas sebab banyaknya tugas dan aktifitas yang mengikatku.
sebenarnya, aku yang membuat diriku begitu super sibuk.
aku pula yang membatasi gerak langkahku untuk jalan-jalan sesuka hati.
karena aku tak ingin membuang waktuku menjadi seorang mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang). aku juga tak ingin menjadi mahasiswa kura-kura (kuliah-rapat, kuliah-rapat) ataupun kuda-kuda (kuliah-da'wah, kuliah-da'wah).
aku ingin lebih dari itu.
aku ingin bisa jauh lebih maju, mandiri, inovatif, kreatif, aktif, disiplin, dan semua yang kubutuhkan di hari mendatang.
karena aku ingin berbeda.
aku ingin sukses dihari mudaku hingga tuaku nanti.
aku ingin masa mudaku ini tertulis rapi, menjadi kisah indah perjuanganku untuk mengepakkan sebersit senyuman indah di bibir keluargaku, terutama bunda dan ayahku. :*
lepas dari semua itu, aku bahagia jadi seorang mahasiswa. semoga ini langkah awal yang baik menuju kesuksesan dan kebahagiaan bersama. :) amin

by: rima nur rahmawati

Sunday, October 21, 2012

aku, kamu, dia

aku berjalan sendiri di kota yang sepi ini.
entah memang benar-benar sepi atau hanya sepi yang imajiner?
hanya relung hatiku yang sedang sepi.?
entah, aku tak tahu.

aku hanya bisa berjalan, terus, terus, dan terus.
aku tak tahu aku berada dimana, dengan siapa, dan harus apa?
aku tak tahu.
dan mungkin aku tak mau tahu.

aku yang kini terdiam,
melihatmu yang sedang tak bisa diam dengan dia yang tak diam juga.

~rima nur rahmawati~
21 oktober 2012

Monday, June 27, 2011

hidup adalah roda

hidup bagaikan roda...
kadang kita di atas..
kadang pula kita berada di bawah...

saat kita berada di atas, janganlah kau menghina orang yang berada di bawahmu,
janganlah kau mencaci maki mereka,
jangan pula kau menghardik mereka,
karena suatu saat kau juga bisa mengalami bagaimana berada di bawah itu! ingatlah bahwa roda kehidupan masih berputar...



saat kita berada di bawah, janganlah kau iri pada mereka yang berada di atas,
janganlah kau membanggakan mereka,
jangan pula kau merasa berbeda tingkat dengannya,
karena suatu saat kau juga bisa mengalami bagaimana berada di atas itu! ingatlah bahwa roda kehidupan masih berputar...

di atas atau di bawah kini kamu berada,
tak ada beda baginya.
karena semua sama di mata Allah..
ingatlah kawan, yang membedakan kita bukan dari dimana kita berada saat ini, tapi apa yang telah kita hasilkan di tempat kita berada.

di atas atau di bawah kini kamu berada,
syukurilah,
karena Allah tahu yang terbaik untukmu dan roda juga masih terus berputar..

*plugzcoratcoret