Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Sunday, October 21, 2012

aku, kamu, dia

aku berjalan sendiri di kota yang sepi ini.
entah memang benar-benar sepi atau hanya sepi yang imajiner?
hanya relung hatiku yang sedang sepi.?
entah, aku tak tahu.

aku hanya bisa berjalan, terus, terus, dan terus.
aku tak tahu aku berada dimana, dengan siapa, dan harus apa?
aku tak tahu.
dan mungkin aku tak mau tahu.

aku yang kini terdiam,
melihatmu yang sedang tak bisa diam dengan dia yang tak diam juga.

~rima nur rahmawati~
21 oktober 2012

Saturday, December 10, 2011

mother

buat bundaku tercinta...

m... is for the million things she gave me
o... means only that she's growing old
t... is for the tears she shed to save me
h... is for her heart of purest gold
e... is for her eyes, with love-light shining
r... means right, and right she'll always be

put them all together, they spell MOTHER,
a word that means the world to me... :D

Sunday, October 2, 2011

dibalik ucap yang tergantung

aku tidur dan tak terbangunkan lagi
sebuah usaha yang tak bersisa
sebuah harapan yang tertelan


sebuah ucapan yang tergantung
menjadikan semuanya rumit
tak seperti apa yang seharusnya 
tak dapat mengartikan makna sesungguhnya


dibalik ucap yang tergantung
ada senyum kecut yang keluar


dibalik ucap yang tergantung
ada butiran mutiara bercucuran


dibalik ucap yang tergantung
ada aku yang berusaha berdiri tegak


by: rima nur rahmawati

krikil tajam

hingga sekarang, ketukan itu masih terasa
begitu jelas dan nyata
derauan badai seakan tak merenggut pandanganku yang hampa
kosong
tetap berdiri 
berpijak pada rerumputan yang ganas
yang menggerogoti tubuhku hingga layu
layu
dan tak berdaya
seakan ingin tegak
tapi tetap terjatuh
terjatuh lagi

sandaranku kini berubah
kurasakannya kini
dari sofa empuk menjadi krikil tajam
yang sakit dan semakin menusuk
kucoba dan kucoba
kucoba bangkit untuk kesekian kali
mencoba meneruskan perjalanan yang tak kunjung usai
tak kunjung ada titiknya
perjalanan yang begitu melelahkan
seakan benar-benar ingin merobohkan raga


aku,
sekarang,
besok,
lusa dan selamanya
aku terus mencoba 
akan terus berusaha
akan mengganti krikil  tajam ini dengan sofa empukku kembali.


by: rima nur rahmawati