Showing posts with label fk. Show all posts
Showing posts with label fk. Show all posts

Wednesday, September 27, 2017

Contoh Manajemen Kasus Tetraparese


IDENTITAS
Nama                              :        Tn. S                                       
Jenis Kelamin                  :        Laki-laki               
Umur                              :        54 tahun
Alamat                            :        -                        
Pekerjaan                       :        Kuli panggul
Masuk Rumah Sakit        :        30 Agustus 2017                     
Nomer CM                       :        -

ANAMNESIS TANGGAL: 31 Agustus 2017
Oleh pasien dan keluarga
         
KELUHAN UTAMA:
Tidak bisa berjalan


RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG:
-      Pasien datang dengan keluhan merasa lumpuh pada kedua kakinya sehingga tidak dapat digunakan untuk berdiri atau berjalan sejak 7 hari SMRS yang didahului dengan rasa kesemutan
-      3 hari SMRS pasien telah berobat ke RS lain dengan diberikan terapi untuk penyakit Parkinson, tetapi pasien tidak merasakan adanya perbaikan. Selanjutnya, 4 jam SMRS pasien mulai tidak bisa berdiri dan tidak bisa berjalan secara mandiri, sehingga pasien dibawa ke IGD RSUD Wonosari.
-      Pada kedua tungkai sering didapatkan pergerakan yang tidak disadari secara berulang kali (kelojotan)

Wednesday, April 29, 2015

Keseimbangan Status Gizi Lansia

KESEIMBANGAN STATUS GIZI LANSIA
DITINJAU DARI FAKTOR EKONOMI

A.    Definisi Status Gizi
Almatsier (2003) menjelaskan bahwa status gizi merupakan keadaan tubuh dimana ia merupakan hasil akibat dari penggunaan zat gizi, diantaranya makanan. Status gizi ini dapat diklasifikasikan menjadi 3 golongan, yakni gizi kurang, sedang, dan berlebih.

B.     Keseimbangan Status Gizi Lansia
Menjaga keseimbangan status gizi bagi setiap orang itu sangat penting, termasuk seorang lansia. Makanan yang akan dikonsumsi pun juga sebelumnya harus dipilah terlebih dahulu yang terbaik. Karena asupan makanan inilah yang akan memberikan suplai gizi yang dibutuhkan untuk 3 fungsi normal tubuh, yaitu memberikan energi, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh, serta untuk mengatur proses tubuh (Almatsier, 2003).

Tabel 1. Zat-zat Gizi Esensial yang Dibutuhkan oleh Tubuh



Karbohidrat
Mineral
Vitamin
Glukosa
Kalsium
A
Serat
Fosfor
D
Natrium
E
Kalium
K
Lemak
Sulfur
Tiamin
Omega 6
Klor
Riboflavin
Omega 3
Magnesium
Niasin
Zat Besi
Biotin
Selenium
Folat
Protein
Seng
Piridoksin
Leusin
Mangan
Kobalamin
Isoleusin
Tembaga
Asam Pentotenat
Lisin
Kobalt
C
Triptofan
Iodium
Metionin
Krom
Fenilalanin
Fluor
Treonin
Timah
Air
Valin
Nikel
Histidin
Silikon, arsen, boron
Nitrogen Non Esensial
Vanadium, molibden

Sumber: Almatsier, 2003

Natrium merupakan salah satu jenis mineral yang dibutuhkan lansia pada jumlah yang sedikit. Tetapi walaupun sedikit, natrium merupakan komponen untuk dapat menyeimbangkan fungsi tubuh lansia dengan baik (Nutr, 2003).
Untuk mencapai keseimbangan status gizi, maka seorang lansia Indonesia harus memenuhi angka kecukupan gizi sebagai berikut:

Tabel 2. Angka Kecukupan Gizi pada Lansia >65 tahun
Kategori
Pria
Wanita
Berat Badan (kg)
62
55
Tinggi Badan (cm)
165
156
Energi (kkal)
2050
1600
Protein (g)
60
50
Vit. A (RE)
600
500
Vit. D (mcg)
15
15
Vit. E (mg)
15
15
Vit. K (mcg)
65
55
Tiamin (mg)
1
1
Riboflavin (mg)
1,3
1,1
Niasin (mg)
16
14
Asam Folat (mcg)
400
400
Piridoksin (mg)
1,3
1,7
Vit. B12 (mcg)
2,4
2,4
Vit. C (mg)
90
75
Kalsium (mg)
1000
1000
Fosfor (mg)
600
600
Magnesium (mg)
300
270
Besi (mg)
13
12
Iodium (mcg)
150
150
Seng (mg)
13,4
9,8
Selenium (mcg)
30
30
Mangan (mg)
2,3
1,8
Fluor (mg)
3,1
2,7
Sumber: Almatsier, 2003


C.    Kependudukan Lansia di Indonesia
Mengetahui keseimbangan status gizi pada lansia, kini sangat penting adanya. Karena merujuk pada data statistik, bahwa lansia di Indonesia mengalami peningkatan prevalensi menjadi 12,2 %  sampai dengan tahun 2006 (BPS, 2007). WHO (World Health Organization) sendiri memperkirakan bahwasanya mencapai tahun 2020, presentase kependudukan lansia akan mencapai 11,34% yang menduduki peringkat di atas presentase balita (6,9%).

D.    Hubungan antara Faktor Ekonomi dengan Status Gizi Lansia
Peningkatan kuantitas lansia, utamanya di Indonesia, tidak diseimbangi dengan peningkatan kualitas hidupnya. Kualitas hidup sendiri merupakan sebuah persepsi oleh individu mengenai kebahagiaannya. Kualitas ini dapat dilihat, salah satunya dari kesehatan fisik dan faktor ekonomi.
Tidak sedikit pula lansia yang hidup dalam kekurangan, padahal dimana lansia memiliki faktor lebih besar untuk mengidap malnutrisi daripada yang masih muda. Hal ini ditunjang oleh pernyataan Tamher (2009) yang menyebutkan apabila seseorang sudah mencapai usia lansia, maka prevalensi malnutrisi padanya meningkat sebesar 10-50%.
Oleh karena itu, perlu adanya untuk menyesuaikan antara presentase kuantitas lansia dengan kualitas hidupnya. Sehingga output yang diberikan adalah tidak hanya dalam bentuk seberapa lama lansia tersebut hidup, tetapi bagaimana lansia dapat memiliki kualitas hidup yang baik. Kualitas hidup yang baik dapat dibuktikan, salah satunya adalah dengan melihat kondisi lansia tersebut mengidap malnutrisi atau tidak. Tamher (2009) menambahkan, bahwasanya malnutrisi dapat terjadi karena banyak faktor, antara lain faktor fisik, sosial, dan ekonomi. Dari penjelasan Tamher ini, dapat diambil kesimpulan awal bahwasanya faktor ekonomi memiliki andil dalam penyebaran malnutrisi.
Ketika seorang lansia memiliki faktor ekonomi dibawah rerata, maka salah satu dampak yang diberikan adalah kurangnya makanan yang cukup. Dilain pihak, Shetty (2004) menyebutkan bahwa apabila seseorang makan dengan cukup, maka akan memberi dampak normal pada berat badan, kesehatan, dan fungsi tubuhnya. Jadi, ketika lansia kekurangan dalam faktor ekonominya, maka akan berakibat kepada keseimbangan status gizinya.

Sesungguhnya, masalah ketidakseimbangan gizi yang terjadi di Indonesia ada 2 jenis, yakni kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Salah satu faktor yang menyebabkan seorang lansia mengidap kekurangan gizi adalah karena seorang tersebut kekurangan dalam sektor ekonomi, sehingga tidak dapat membeli kebutuhan primernya, termasuk diantaranya makanan sehari-hari. Tetapi berbeda halnya pada lansia yang mengalami gizi berlebih. Ketika lansia mengalami kelebihan gizi hingga obesitas, cenderung lansia ini memiliki kelebihan dalam sektor ekonomi, tetapi kekurangan dalam hal pengetahuan akan kesehatan pola makan. Sehingga dia tidak dapat memanajemen pola makannya dengan baik dan benar.
Jadi untuk menjaga keseimbangan gizi bagi lansia yang memiliki energi berlebih, maka perlu menerapkan penggalan dalam surat Al-A’raf (7) ayat 31 menyebutkan:

…. وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya adalah “Makan dan minumlah, tapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (Q.S. Al- A’raf (7) ayat 31).
Selain menerapkan surat Al-A’raf ayat 31, perlu juga menerapkan penggalan ayat berikut:

وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى أَفَلا تَعْقِلُونَ

Dan apa saja yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kenikmatan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka, apakah kamu tidak memahaminya?” (QS. Al Qashash, 28: 60)

Dari beberapa penggalan ayat tersebut, maka tidak akan ada lansia yang mengalami kelebihan gizi.

Thursday, May 22, 2014

“MEMBIASAKAN POLA MAKAN SECUKUPNYA ALA RASULULLAH”, LANGKAH AWAL PENCEGAHAN PNEUMONIA.

“MEMBIASAKAN POLA MAKAN SECUKUPNYA ALA RASULULLAH”,
LANGKAH AWAL PENCEGAHAN PNEUMONIA.
Oleh:
Rima Nur Rahmawati 
Fakultas Kedokteran Univeritas Islam Indonesia

Pneumonia biasa disebut dengan nama radang paru-paru. Penyakit ini bisa menyerang seseorang tanpa batasan umur tertentu. Pneumonia secara umum didefinisikan sebagai penyakit batuk, pilek, disertai sesak napas atau napas yang cepat.1 Selebihnya, pneumonia merupakan infeksi di jaringan paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur yang sifatnya mikroorganisme.1,2 Pneumonia sendiri termasuk penyakit infeksi dan penyakit menular.1 Yang dimaksud menular dalam

Sunday, April 13, 2014

sharing Kuliah FK pendidikan dokter part 2

sesemester lebih aku berada di kota yogyakarta ini, rasanya banyak sekali ilmu yang kudapatkan.. bukan hanya tentang ilmu kedokteran saja, tapi more than that..
di kampus biru ini, aku belajar tentang arti kehidupan.. entah secara langsung atau tak langsung, kampus ini mulai membuat hati dan pikiranku benar-benar utuh sekarang.. tentang bagaimana sesungguhnya hidup, hidup tentang memberi arti bagi sesama, bukan sekedar untuk mendapatkan..
ya, mataku kini benar-benar terbuka.. makna hidup dan perjuangan seorang dokter..
kelak, aku akan menjadi seorang dokter.. bisa saja aku memanfaatkan kedudukanku untuk membuat masyarakat patuh, karena sampai detik ini dokter dianggap seorang yang istimewa di kalangan masyarakat. tapi, lihatlah kampus biruku ketika mencoba mencetak dokter yang profesional.. mencetak dokter-dokter yang sesuai syariat agama.. lihatlah daya juang kampus biruku yang tak pernah padam mendidik mahasiswanya agar ilmu kedokterannya digunakan di jalan-Nya yang benar.. ya, aku sangat merasakannya..
banyak hal yang mereka upayakan demi mencapai cita-citanya mencetak five stars doctor muslim..
dan kini aku berani berkata
"jadi dokter itu harus kaya, karena kamu akan menolong orang-orang diluar sana. karena kamu tak cukup hanya menolongnya dengan ilmumu, tapi kamu juga memerlukan alat terapis dan obat-obatan untuk membantu kesembuhannya. jangan setengah2 dalam menolong orang sekelilingmu yang benar-benar membutuhkan bantuan. tapi ingat, jangan jadikan profesimu menjadi sumber kekayaanmu, tapi buatlah pekerjaan lain yang bisa menjadi sumber untuk profesimu dalam membantu sesama"
bismillah, not just a doctor ~ aamiin

-Rima Nur Rahmawati-

Saturday, November 16, 2013

Sharing Kuliah di FK part 1

bismillah...

assalamualaikum teman2 semua, apa kabarnya nih? :)
maaf ya uda lama ndak nge posting something fresh di blog mungilku ini.. hehe
kali ini saya mau sedikit share nih ke teman2 semua, khususnya yang ingin atau memiliki hasrat untuk kuliah di FK (Fakultas Kedokteran) jurusan pendidikan dokter umum.
dimulai dari pemikiran umum masyarakat aja ya :)
edisi kali ini membahas tentang karakteristik mahasiswa Fk mulai dari yang baik, biasa, dan nyebelin :s
pertama, kebanyakan masyarakat berpikiran bahwa mahasiswa FK itu pasti pintar dan rajin. ini nih, yang saya mau 'bongkar' sedikit.. hehehe.. 
sebenarnya menurut saya sih, ndak semua mahasiswa FK itu pinter loh :p
berikut karakteristik mahasiswa FK menurut yang saya amati:
  1. Mahasiswa FK yang dasarnya cerdas. jadi dia emang dari sononya cerdas. mau belajarnya jarang-jarangpun dia tetap bisa ngikuti pelajaran dengan mulus tanpa hambatan. enaknya yang ada disini :p tapi hati-hati juga terkalahkan sama si rajin ya ;) jadi walau diberi kecerdasan, mohon untuk tetap belajar :)
  2. Mahasiswa FK yang rajin (study only). sebenarnya dia 'kurang' diberi kecerdasan dari sononya. tapi, karena dia rajin, dia jadi bisa ngikuti kuliah FK yang ndak gampang itu :s biasanya mahasiswa model begini bawaannya buku setebal bantal dan tempat nongkrongnya itu di perpus. dan biasanya mahasiswa seperti ini prinsipnya adalah "bagaimana cara agar bisa lulus cumlaude" :D. tapi tak jarang pula mahasiswa model ini lebih bersifat apatis dengan prinsipnya kupu-kupu alias kuliah-pulang kuliah-pulang (biasanya).
  3. Mahasiswa FK yang serba duit. ini nih yang terlihat paling mencolok. dia yang sebenarnya 'kurang' diberi kecerdasan dan 'kurang' berhasrat untuk menutupi kekurangan kecerdasannya itu dengan belajar yang rajin. prinsipnya, dia yang penting kuliah dan bisa lulus jadi dokter. ada juga nih yang mahasiswa FK model beginian.. dengan gayanya yang aduhai membikin mahasiswa lain ternganga dengan prinsip kunang-kunang alias kuliah-nangkring kuliah-nangkring karena bingung ngabisin duit kali yak :/ tapi ndak jarang pula ia menyuruh temannya yang 'cukup' pintar dan 'agak' butuh uang untuk mengerjakan tugasnya, lalu dikasih deh imbalan duit.. hmmm
  4. Mahasiswa FK aktivis. ini mahasiswa FK yang ndak bisa diem. organisasi dari model A sampai Z diikuti semua. sampai2 bingung membagi antara jam organisasi dan belajar. mungkin keinginannya biar bisa jadi dokter yang punya jiwa leadership yang bagus. akhirnya si Mahasiswa model ini dapet gelar kura-kura alias kuliah-rapat kuliah-rapat. tapi ya ndak sedikit juga sih yang aktivisnya keblablasan akhirnya langganan remidi dan ujian perbaikan.. hehehe.. ya semoga bisa ngatur waktu lebih baik lagi :D
  5. Mahasiswa FK idaman. ini menurut saya mahasiswa FK yang paling pantes diikuti. Mahasiswa yang diberi kecerdasan, dan selalu mengasahnya dengan belajar (study oriented). tapi walau begitu, dia tetap bisa mengikuti organisasi yang diinginkan untuk menyalurkan bakatnya. mahasiswa tipe ini memang paling bisa ngatur waktunya. paling pintar mencuri waktu yang sedikit di tengah-tengah istirahatnya untuk belajar dan walaupun mahasiswa tipe ini jarang ada di kosan.. wkwk :D
edisi kali ini cukup sampai disini dulu ya teman-teman :) next time dilanjut lagi :) bye :)
wassalamualaikum...