Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Thursday, November 7, 2019

Jangan Mencintai Terlalu Berlebihan


Hikmah Kehidupan, part 1
Jangan Mencintai Terlalu Berlebihan

Hai sahabat, uda lama ya kita gak bertemu. Gimana kabar kalian? Semoga kita semua dalam jiwa dan raga yang baik ya J Kangen juga rasanya nulis blog. Udah lama aku gak ngunjungin blogku dan rasanya agak sedikit asing dan canggung untuk memasukinya lagi. Selama aku ninggalin rumah online ku ini, a.k.a blog, aku masih tetap menulis kok, tapi di tempat lain. Jangan cemburu ya :p Sekarang aku pulang, untuk menyapa isi rumahku. Ingin rasanya kembali dan berbagi bersama kalian semua. Bercerita panjang lebar mengenai fakta dan fiksi. Hmmm, aku tertarik buat menulis cerita-cerita tentang kehidupan yang kiranya dapat kita petik hikmahnya bersama. Ya, aku kembali dengan membawa segmen cerita baru “Hikmah Kehidupan”. Doakan segmen ini bisa sampai puluhan hingga ratusan atau bahkan ribuan part ya! Biar apa? Ya biar bermanfaat lah. Aamiin…
Hikmah Kehidupan episode pertama ini aku mau cerita tentang betapa pentingnya makna “jangan mencintai terlalu berlebihan” dari beberapa pengalaman hidupku. Ya benar, mencintai sesuatu secara berlebihan mungkin akan membuatmu looks crazy, sometimes.
But, hey I’m not talking about someone special in my life yhaa. Noooooo. Ini mengenai something, not someone.
Terkadang sebagai manusia, pernah rasanya kita mencintai sesuatu secara berlebihan. Sebuah barang yang selalu disayang-sayang, bahkan ada yang ngerasa gak bisa hidup tanpa si barang ini. Ada orang yang punya hobi masak, trus punya wajan yang sangaaaattt disayang. Trus kalau dipake yang lain, dia ngomel2. Ada juga mak-mak yang sayaaaaanggg banget sama tupperwarenya, trus kalau pas lagi ketlingsut, eh sampe kepikiran, trus sedih, katanya Tupperware is my life. Ada juga bapak-bapak yang sayaaaaanggg banget sama mobilnya, trus gak rela kalau ada yang nyolek si mobil, apalagi ada yang mbaret. Beh, tiap ada noda aja selalu dibersihin sampe kinclong. Katanya sih mobil kesayangan. Ada juga mbak-mbak MUA yang kalau brush nya dipinjem, matanya melotot sambil marah-marah. Bilang ini brush yang paling kusayang, jangan sentuh sentuh! Nek katane wong jowo, pokoke sing paling di eman-eman lah. I think all of human in this planet pernah ngerasain ini. Punya sesuatu yang dirasa cukup disayang, bermakna, dan harus kudu wajib dijaga banget.
Saat itu, aku dapet mobil dari orangtuaku, yang udah nemenin aku selama ngejalanin beratnya sekolah biar jadi dokter di Yogyakarta. Senang bukan kepalang, karena tak lagi harus berjalan ke kampus atau naik motor disertai teriknya matahari diatas ubun-ubun saat berangkat kuliah dan ngelab. Tapi sayang, beberapa hari setelah dapet mobil baru, aku nabrak pohon besar di area tidak jauh dari kampus. Sedih, takut, dan bingung. Kap mobil penyok? Off course lah. Baret body mobilnya?  Bukan lagiiii.. Aku buru-buru telpon orangtua. Cerita, minta maaf, nangis, ngerasa gak bisa jaga barang mereka. Tapi di balik telpon mereka hanya bilang “Kamu gak papa? Ada yang luka? Yaudah kalau gakpapa, Alhamdulillah”.
Lain hari, aku beli sebuah Hp baru dari uang pribadiku. Padahal nih masih ada Hp yang lama dan bisa dibilang baik-baik saja secara performa, bahkan sampe sekarang aku pake jualan lhooo. Jadi beli hp baru itu karena ngerasa memori hp lama sudah abis dengan segudang aplikasi dan ebook. Hp baru yg aku beli saat itu agak pricey emang, tapi kayak ngerasa puaaaasss banget. Bisa beli barang mahal (ini buatku ya, mon map buat kalangan tajir melintir) dengan duit sendiri. Bangga (saat itu). Seneng bukan main laahh. Trus ngerasa kayak sayaaangg banget sama nih Hp. Kadang hp lama sampe dianggurin. Trus sukanya lama-lamaan sama nih hp baru. Wajar gak sih? Eh trus beberapa hari dia jatuh donggg, dan LCD nya rusak. Okedeh, masuk rawat inap deh nih hp baru wkwk sedih? Jujur, Ya iya lah, that’s normal I think.
Beda hari, laptopku mulai agak sedikit rewel, trus aku service in deh. Dengan alasan laptop lama yang uda mulai usang, trus aku juga pingin ganti suasana dengan beli macbook. Rencananya, nanti yang laptop lama akan dijual buat nambahin beli laptop baru. Sesimple itu, kemudian aku beli macbook baru dengan harga yang sangat menguras kantong tabunganku. Belum ada setengah tahun nih yaaaa (aku beli stase terakhir koas), eh beberapa hari yang lalu macbooknya jatuh donggg dan kebanting kenceng banget. LCD rusak. Dan harga LCD nya wooowww fantastic. Alhasil, aku merelakannya pergi untuk dijual saja. Sedih? Iya pasti.
Tapi, kejadian itu semua memberikan pelajaran yang sangat luar biasa mengenai jangan mencintai sesuatu secara berlebihan. Ini tentang pelajaran yang bener-bener aku rasain. Ngerasa kayak ditampar beberapa kali. Diingetin sama Yang Kuasa bahwa, “Hei, jangan terlalu sayang. dia gak abadi buat hidupmu”, atau mungkin “Tenang, Aku lagi mau kasih kamu yang lebih, nih Kusimpan”, atau “dia gak baik buatmu, uda sampai sini aja”, atau jangan-jangan sekedar “AKU MERINDUKANMU”.
Ohya, setiap kejadian itu aku memang sedih, but sorry ya, aku gak sampe meratapi kok, wkwk. Karena prinsipku sedih boleh, meratapi jangan!

See you next episode! J

Sunday, August 23, 2015

Saya Menyebutnya, Cinta :)

pagi itu, ketika menginjakkan kaki di tanah air, ingin rasanya saya berteriak. berteriak dengan lantang bahwa saya bangga berada di negara ini. saya bangga menjadi bongkahan warga di sini, di Indonesia yang senantiasa kurindukan beberapa hari yang lalu.
pagi itu, dengan dijemput keluarga, saya memasuki mobil yang sesak dengan orang-orang terkasih, dan pastinya barang bawaanku yang tak sedikit pula.
setelah meninggalkan tanah air selama kurang lebih 10 hari, kini saya benar-benar merasakan banyak perubahan. yang pastinya, di dalam dada ini, lebih terasa cinta kepada tanah air. ya, rasa cinta itu semakin menjadi-jadi.
***
(1) saya duduk bersama delegasi dari Indonesia lainnya, di tribun yang luar biasa besarnya, saya dapat melihat dengan jelas muka-muka peserta lainnya dari berbagai negara. semua membaur menjadi satu di ruangan yang sangaaatttt besar. gemericik suara dari berbagai bahasa menjadi atmosfer tersendiri bagiku.
entah, walau ini bukan yang pertama, tapi saya selalu merasa getaran yang berbeda setiap kali merasakan atmosfer ini. ya, inilah atmosfer perjuangan. perjuangan tak harus mengacungkan sebuah pedang bukan? inilah caraku untuk membuktikan rasa cintaku dan terimakasihku pada bangsaku, Indonesia.

Wednesday, April 8, 2015

BUKAN AKU YANG MENGAJARI MEREKA

BUKAN AKU YANG MENGAJARI MEREKA
Oleh: Rima Nur Rahmawati

Namaku Mira, seorang mahasiswi kedokteran di salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Sore itu, dengan dress merah jambuku, aku berjalan di lorong fakultas sembari membawa map merah berisikan biodata, lembar formulir, dan foto berukuran 3x4. Kakiku seakan lemas, tak kuasa melanjutkan perjalanan yang sebenarnya tak jauh juga. Entah, ada perasaan takut di dalam hati ini. Perasaan cemas, ragu, dan segala hal yang berbau negative thinking.
Hari ini, aku yang bukan siapa-siapa, disuruh melamar menjadi seorang mentor oleh seorang dokter yang menjadi dosen pengampu kuliahku. Lidahku kelu saat ingin mengatakan, “saya tak sanggup dok, saya tak cukup memiliki ilmu untuk menjadi mentor”, pita suaraku pun ikut mengencang saat ingin berkata, “jangankan untuk berbagi ilmu agama dengan menjadi mentor, saya saja malas-malasan ikutan mentoring. Seandainya mentoring ini tidak bersifat wajib, mungkin saya tidak mengikutinya.”
Lalu, hei, ketika semua kata-kata itu melayang dalam angan, tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dari belakang. “Jangan ragu, masuklah ke dalam. Kalau memang kamu belum pantas menjadi salah satu mentor di fakultas ini, ya kamu tidak akan lolos seleksi bukan? Yang daftar banyak, jangan kepedean bakal lolos.” Sambil tertawa, salah satu dosen muda itu meninggalkanku yang berdiri terpaku di balik pintu masuk. Kata-katanya sedikit, sedikit menyakitkan hatiku kala itu.
Bismillah, aku mengetuk pintu itu sembari berucap salam. Kata ustadzku dulu, tak afdhol jika masuk ruang tak mengucap salam. Sedetik, dua detik, tiga detik, empat detik, aku hanya berdiri di depan meja registrasi. Seolah ragu akan menyodorkan berkas-berkas dalam map tersebut. “jadi submit tidak dek?” pertanyaan ibu-ibu petugas itu sontak memecah diamku. Spontan, tanganku yang kaku langsung menyodorkan berkas itu ke petugasnya. Sambil tersenyum, aku berbalik badan dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Singkat cerita, aku lolos seleksi administrasi dan lanjut dalam tes wawancara dan tes lisan. Tak ada persiapan apapun untuk menyongsong tes kali ini. Sungguh hina sekali bukan? Naluri dan akalku semalaman telah beradu, perang, pecah, tak sanggup untuk berkata ya atau tidak. Ketika naluriku tahu bahwa kewajiban setiap muslim adalah berdakwah, walau hanya satu ayat, dengan cara bagaimanapun. Seketika itu akalku tak kuasa berkata bahwa aku hanya seonggok debu yang tak lebih baik dari mereka, para pendaftar mentor lainnya.
Hari berganti hari, pengumuman mentor yang lolos sudah dipampang di papan pengumuman. Bagai petir di siang bolong, aku melihat namaku jelas di jajaran nama mentor lainnya. “Apa iniii???” Naluri dan akalku kembali bergejolak. Perasaan sebagai butiran debu tak bernilai semakin menjadi, lebih parah bahkan. Bagaimana tidak, mereka yang duduk dalam nama mentor itu minimal telah hafal 1,5 juz, lebih bahkan. Lalu bagaimana dengan aku? Ya, aku tetaplah seonggok debu tak ternilai.
Senin, selasa, rabu, pergantian hari membuat tekad ku untuk resign dari mentor semakin bulat, kokoh, dan tak tertandingi. Walaupun sang naluri berkata, “jangaaannn lakukan itu”.Bukankah hidup adalah pilihan? Pilihlah apa yang membuat hatimu senang.” begitu sang akal mengelaknya.
Cobalah dulu, jangan mundur sebelum kamu mencoba. Apakah mental dari sang juara dunia seperti ini? Penakut? Takut hanya karena merasa tak pantas? Allah telah memilihmu, maka lakukanlah sebisamu. Bukankah wajib hukumnya bagi setiap orang muslim untuk berdakwah? Lakukan semaksimal mungkin seperti saat kamu mengejar duniamu yang kamu suka. Saya yakin, banyak kelebihan yang kamu miliki dan tidak dimiliki orang lain, termasuk para mentor lainnya disini. Saya percaya, kamu bukanlah seonggok debu tak ternilai. Saya percaya, kamu adalah mutiara yang sangat mahal. Mutiara yang masih dalam mulut kerang, belum terlihat. Sekaranglah, waktunya kita, para pencari mutiara dalam kerang itu beraksi mencari sang mutiara, seperti kamu. Jadi saya mohon, kamu membantu saya dengan segenap keikhlasan.”
Kata-kata dosen itu membuatku terdiam, tertegun cukup lama bahkan. Hingga kata-kata itu masuk ke dalam liang telinga, menembus akal yang sebelumnya menolak. Dan akhirnya kini, sang naluri lah yang menang.
*****
Sore ini, aku duduk bersama mereka, adik mentor yang sangat super rupanya. Mungkin ada perasaan minder dalam hati. Tapi hei, ingatlah bahwa setiap orang punya kelebihan masing-masing bukan? Dan aku yakin, aku masih punya satu sisi yang dapat ku bagi kepada mereka, dan tentunya yang mereka belum punya dan ketahui.
Hari demi hari aku merasakan perbedaan setelah berbagi ilmu bersama mereka. Bukan karena aku merasa seolah-olah menjadi seorang pengajar, bukan. Tapi aku sangat merasa bersyukur karena telah terjebak dalam lingkup ini. Lingkungan yang baik ini, yang insyaAllah di barokahi oleh Sang Pemilik kehidupan. aku banyak belajar mengenai Islam dari mereka, banyak belajar mengenai arti kehidupan dari mereka, walaupun mungkin mereka sendiri tak menyadarinya. Dan betapa senangnya hati ini ketika bersama mereka, hati terasa tenang, damai, dan sejuk. Sangat indah, tak pernah kurasakan sebelumnya. Bukan karena apa-apa, tapi karena kita memiliki tujuan yang sama. Mentoring untuk belajar agar semakin dekat kepada Sang Pencipta. Mungkin ini yang dinamakan tersesat dalam jalan yang benar :)

“Bukan aku yang mengajari mereka, tapi justru dengan mengajar adik-adik itu, aku lah yang dapat belajar akan banyak hal. Kehidupan sangat indah jika saling berbagi, bukan?” :)

Friday, October 4, 2013

Aku dan sejuta mimpiku

Ini aku, Rima, seorang gadis yang beranjak dewasa dan tak pernah takut untuk bermimpi. Bermimpi yang besaaaaar tentunya. Bisa dibilang, aku sangat suka bermimpi akan hal besar. Sebenarnya, aku dulu pernah hampir takut untuk bermimpi, karna kuanggap mimpi yang aku tancapkan di langit-langit dan dinding kamar di asramaku itu adalah mimpi yang mustahil untuk di raih. Sekedar tahu saja, kalau aku dulu sering sekali menuliskan mimpi-mimpi kecil dan besarku di kertas yang kemudian aku tempel di kamar asramaku. Setiap aku melihat akannya, dadaku serasa berkecambuk seakan bilang "Aku tak mau jadi orang biasa, aku ingin dikenal dunia. Aku ingin namaku abadi selamanya, dengan manfaat yg kuberikan pada dunia"
Tapi seiring berjalannya waktu, ketakutan itu perlahan sirna. Karna aku percaya, jika Tuhan tak pernah tidur, dan Alam selalu mengikuti pola pikir kita. Dan aku percaya, jika alampun ikut berdo'a akan mimpi-mimpi besarku itu :) Sejak saat itu, aku mulai bermimpi dengan sejuta impian besar (lagi).

Mungkin banyak teman yang sering menertawakan, atau mengejek akan mimpi itu. Tapi yakinlah, bahwa setiap manusia punya bekal untuk bisa sukses. Bahwa setiap manusia merupakan makhluk pilihan dan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi istimewa di mata dunia :) Believe it :)
Dan perlu diingat, bahwa mimpi tanpa usaha itu sekedar omong kosong.. jadi, bermimpilah yg besar dan berusahalah semaksimal mungkin untuk meraih mimpi itu :) believe it deh :)

RNR

Wednesday, June 29, 2011

rumania, ke luar negeri at the first time.. :D

ke luar negeri? siapa yang tidak mau mengunjungi negeri seberang? apalagi ke negeri di eropa sana! :D mungkin kawan semua juga ingin berkunjung ke negeri-negeri di dunia ini.. terutama eropa, benua yang emang terkenal dengan berbagai keindahannya... aku tak pernah memimpikan bakal bisa mengunjungi rumania, salah satu negara di eropa timur... yah, mungkin aku sering memimpikan bisa berkunjung ke negeri lain, tapi tak pernah terlintas olehku dapat terwujud secepat ini.. :D
sukur alhamdulillah dapat pernah singgah ke negeri asing itu...


kilas balik tentang gimana bisa aku berada di negeri asing itu... sangat panjaaaaaaaaaaaaannnngg ceritanya... singkatnya, aku telah mengikuti lomba ISPO (indonesian science project olympiad) yang diselenggarakan oleh turki di jakarta dan akhirnya lolos seleksi, trus meluncurlah saya ke jakarta.. wussshhhhh... puji syukur kehadirat Allah, saat final di jakarta aku telah dapat membawa pulang sebuah medali perak saat perlombaan itu sekaligus mendapatkan jatah ke Rumania untuk mewakili Indonesia dalam ajang INFOMATRIX (international informatics project competition) yang diselenggarakan di Bucharest, Rumania.

saat di Rumania, mungkin aku merasakan kedinginan. sebenarnya, bukan mungkin! tapi IYA! aku benar-benar kedinginan! betapa tidak, disana suhunya jauh lebih rendah daripada di Tanah Air Beta. tapi, rasa dingin itu bisa teratasi dengan sebuah perasaan sugestiku yang mengatakan bahwa "disini nggak dingin kok rima! jadi tenang aja! lagipula kamu kan sudah lama tinggal di malang, masa' nggak betah dingin sih!"
sebuah sugesti itu telah membawaku untuk tak merasakan dingin yang teramat disana. bahkan aku menelusuri negeri asing itu tanpa mengenakan jaket. mungkin bagi orang-orang aku terbilang bonex alias anak yang nekat. tapi, tak pernah kudengar perkataan mereka yang seolah mengejekku, "hei, wanita besi rek! nggak pernah pakai jaket kalau keluar. nggak usah sok kuat deh!". tapi, di telingaku, semua perkataan itu menjadi sebuah bumbu penyemangatku tersendiri. kata-kata mereka akan membuatku sadar bahwa aku bukanlah wanita biasa! aku lebih kuat dari mereka yang notabene adalah seorang lelaki!

menceritakan pengalaman tentang perjalananku di Rumania mungkin tak ada habisnya, dan sepertinya saya sudah mulai capek ngetik,,, :D

yang jelas saya ingin ucapkan adalah:
terima kasih banget pada ayah dan bunda yang slalu mendoakanku tanpa mengenal lelah.aku sayang ayah sama bunda.. :* makasih pada mas-masku dan adekku yang selalu mensupport aku. aku juga sayang kalian.. :D makasih pada semua keluargaku.
makasih buat bu mardiyah dan pak soleh yang uda membimbingku. makasih buat bu mamik, pak djalil, pak banji, dan seluruh guru dan staf Perguruan Surya Buana Malang. terima kasih buat om hari, mbak maya dan seluruh anggota Yayasan Bahana Cita Persada yang uda sekuat tenaga mencarikan sponsor. makasih juga buat temen-temen.. :D

karena kalian semua, aku dapat membawa pulang bronze medal di Romania..
luv yu al..

Monday, June 27, 2011

mukjizat wanita

Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat

datang dan bertanya,

"Mengapa begitu lama menciptakan wanita,

Tuhan?"

Tuhan menjawab,

"Sudahkah engkau melihat setiap detail yang

saya ciptakan untuk wanita?" Lihatlah dua

tangannya mampu menjaga banyak anak

pada saat bersamaan, punya pelukan yang

dapat menyembuhkan sakit hati dan

keterpurukan, dan semua itu hanya dengan

dua tangan".

Malaikat menjawab dan takjub,

"Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin!

Tuhan menjawab,

"Tidakkah kau tahu, dia juga mampu

menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa

bekerja 18 jam sehari".

Malaikat mendekat dan mengamati wanita

tersebut dan bertanya,

"Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah

dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban

baginya?"

Tuhan menjawab,

"Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu

adalah air mata."

"Untuk apa?", tanya malaikat.

Tuhan melanjutkan,

"Air mata adalah salah satu cara dia

mengekspresikan kegembiraan, kegalauan,

cinta, kesepian, penderitaan, dan

kebanggaan, serta wanita ini mempunyai

kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya

beberapa kemampuan yang dimiliki wanita.

Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki,

dia mampu menyimpan kebahagiaan dan

pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum

saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat

menangis, menangis saat terharu, bahkan

tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi

orang yang dicintainya, dia mampu berdiri

melawan ketidakadilan, dia menangis saat

melihat anaknya adalah pemenang, dia

girang dan bersorak saat kawannya tertawa

bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara

kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar

berita kesakitan dan kematian, tapi dia

mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa

sebuah ciuman dan pelukan dapat

menyembuhkan luka.

CINTANYA TANPA SYARAT. HANYA

ADA SATU YANG KURANG DARI

WANITA, DIA SERING LUPA BETAPA

BERHARGANYA DIA..."



take in internet...

hidup adalah roda

hidup bagaikan roda...
kadang kita di atas..
kadang pula kita berada di bawah...

saat kita berada di atas, janganlah kau menghina orang yang berada di bawahmu,
janganlah kau mencaci maki mereka,
jangan pula kau menghardik mereka,
karena suatu saat kau juga bisa mengalami bagaimana berada di bawah itu! ingatlah bahwa roda kehidupan masih berputar...



saat kita berada di bawah, janganlah kau iri pada mereka yang berada di atas,
janganlah kau membanggakan mereka,
jangan pula kau merasa berbeda tingkat dengannya,
karena suatu saat kau juga bisa mengalami bagaimana berada di atas itu! ingatlah bahwa roda kehidupan masih berputar...

di atas atau di bawah kini kamu berada,
tak ada beda baginya.
karena semua sama di mata Allah..
ingatlah kawan, yang membedakan kita bukan dari dimana kita berada saat ini, tapi apa yang telah kita hasilkan di tempat kita berada.

di atas atau di bawah kini kamu berada,
syukurilah,
karena Allah tahu yang terbaik untukmu dan roda juga masih terus berputar..

*plugzcoratcoret

Sunday, March 20, 2011

Akulah mawar berduri

tema: motivasi dan inspirasi

Suatu hari, kelas 3 SMA Harapan Kita kedatangan seorang guru baru. Setelah guru tersebut diperkenalkan oleh kepala sekolah, ia langsung mengajar. Akan tetapi, gaya mengajarnya lain daripada yang lain. Sehingga ia disukai banyak murid-muridnya.
“Baiklah anak-anak, hari ini ibu minta kalian membuat gambar yang mencerminkan kepribadian kalian masing-masing!”
Tanpa menunggu komando yang kedua kalinya, mereka langsung mengerjakan tugas yang diberikan. Karena mereka hanya diberi waktu 5 menit saja. Macam-macam yang mereka gambar. Namun, waktu 5 menit yang diberikan dirasa tidak cukup. Karena agak susah juga membuat gambar yang mencerminkan kepribadian masing-masing. Akan tetapi, guru tersebut menyudahi kerja anak-anak.
“Baiklah anak-anak, setelah kalian selesai menggambar kepribadian kalian, saatnya untuk melakukan presentasi. Silahkan, siapa yang mau duluan?!”
Anak-anak saling berpandangan. Namun, dari belakang seorang siswa mengacungkan tangannya. Dan langsung dipersilahkan oleh ibu guru. Siswa ini dengan PDnya maju ke depan dan langsung menunjukkan gambar yang ia buat.
“teman-teman, inilah gambar yang saya buat!” sembari menunjukkan gambarnya di kertas.
Kontan anak-anak tertawa, karna gambar yang dibuat oleh siswa itu adalah sebuah uang logam Rp 25. Kegaduhan anak-anak akhirnya diredakan oleh ibu guru.
“Anto, coba kamu jelaskan kenapa kamu menggambar itu!”
“saya menggambar ini karena saya lahir tanggal 25!”
Anto kemudian duduk kembali. Didi lalu memberanikan diri untuk maju ke depan. Kali ini, Didi menggambarkan kepribadiannya seperti sebuah kacang.
“Didi, kenapa kamu menggambar kacang?”
“Karena saya “garing”!!!”, ia langsung kembali duduk.
“silahkan ada lagi yang berani?”
Seorang siswi berjilbab langsung mengacungkan tangannya. Ia menggambar bunga mawar lengkap dengan duri-durinya. Dan dibelakang mawar tersebut, diberi warna hitam.
“coba kamu jelaskan makna dari gambar yang kamu buat!”
“mawar adalah saya. Saya adalah sekuntum bunga mawar yang indah!”
“lalu kenapa mawar itu banyak durinya?”
“mawar yang sempurna adalah mawar yang berduri!”, tegas siswi itu
“bukankah itu akan menyakiti orang yang akan memetiknya?
“sekali lagi saya tegaskan, bahwa mawar yang sempurna adalah mawar yang berduri. Banyak yang mengatakan bahwa keindahan mawar itu tercoreng dengan adanya duri. Padahal, duri itulah yang membuat mawar Nampak indah. Kenapa? Karna dengan duri itu tidak sembarang orang bisa seenaknya menyentuh atau memetik sang mawar. Duri itu ibarat fitrah saya sebagai muslimah. Yang tidak boleh disentuh oleh sembarang orang, kecuali muhrim saya! Karena orang yang sembarangan menyentuhnya akan terkena duri-duri mawar yang tajam!”
“lalu kenapa bagroundnya hitam?” Tanya guru semakin penasaran.
“saya memilih warna hitam karna diibaratkan bunga itu berada di jurang”
“kenapa?”
“saya tidak mau menjadi bunga yang tumbuh di taman. Meski memiliki duri, namun semua orang bisa melihatnya dan memetiknya. Lain halnya dengan mawar yang tumbuh di jurang, orang yang ingin memetik bunga mawar itu harus melakukan pengorbanan yang luar biasa. Orang yang ingin memetik bunga itu pasti bukan orang yang sembarangan. Dia adalah orang yang mau berkorban bahkan mengorbankan nyawanya sekaligus untuk dapat memetik mawar tersebut.
Seperti halnya saya. Orang yang akan memetik saya kelak, atau akan menjadi suami saya pastilah bukan orang sembarangan. Tetapi, orang yang mau dan mampu mengorbankan nyawanya untuk saya!” terang siswi itu.
Gemuruh tepuk tangan memenuhi ruang kelas.

Dikutip dari: Beeman, Fatih. 2007. Beginilah Seharusnya Hidup. Indiva. Surakarta.
(rima nur rahmawati)

Friday, March 18, 2011

pengalaman pribadi di ISPO 2011

tema: berbagi cerita

aku rima nur rahmawati...
biasanya dipanggil rima...
sekolah di SMA Surya Buana Malang (sekarang)...

beberapa bulan kemarin aku mengikuti ajang ISPO (indonesian science project olympiad) yang diselenggarakan oleh pasiad turki.
mengikuti ajang ini seperti acara wajib di sekolahanku.
kita ngirimin sekitar 32 judul project. tapi hanya 5 project yang lolos jadi finalis dan mengikuti babak selanjutnya di jakarta, termasuk aku.
aku seneng banget tapi gak se seneng taun kemarin sih...

disana banyak banget kejadian lucu dan yang jelas gak bakalan kulupain deh!
mulai dari segi lombanya, segi acaranya, sampek orang-orang yang aku temuin disana!
seneng banget pokoknya!!! :)

kali ini aku lolos finalis dengan judul proyek "aplikasi program microsoft access dalam dunia kedokteran"... aplikasi ini bertujuan untuk dapat mendeteksi penyakit yang diderita masyarakat indonesia dengan mengetahui gejala-gejala yang ditimbulkan... moga-moga project yang ini dapat bermanfaat buat semua.. :D

lanjut ke crita lomba!!!
lombanya itu bertempatan di UI...
wah, rame banget (tapi lebih rame taon kemarin)!
bener-bener kayak orang jualan.. haha

yang paling aku ingat adalah waktu aku memvonis salah satu juri bakalan mati 2 hari lagi!
wah kacau deh!
sebenernya critanya gini, , ,
kan standku tuh paling belakang, udah gitu anginnya kenceng banget! wow! trus waktu rame-ramenya ada 3 orang bapak-bapak yang ngedatengin standku. aku sama sekali gak curiga kalau orang itu juri, kenapa??? soalnya orangnya gak bawa buku, gak bawa bulpoint, pokoknya gak bawa apa-apa deh! dia cuma pakai tanda pengenal aja, itupun kebalik! jadi gak keliatan! yaudah aku kirain pembimbing aja!
eh terus orangnya tanya-tanya gitu ke aku...dan orangnya bilang kalau dia mengalami gejala-gejala aneh akhir-akhir ini..
katanya sih orangnya gatal-gatal, demam, pilek, batuk, trus muncul bintik-bintik merah, kuning, ijo!!!
wah!!! khayalannya tinggi banget tuh orang!!
dan dengan entengnya aku bilang kalau orangnya punya penyakit kronis dan waktu hidupnya tinggal 2 hari lagi!!! hahha
setelah bergurau-gurau dengan orang itu, tiba-tiba ada angin besar... dan... wuuussshhhh!!! angin itu menerbangkan tanda pengenal bapaknya!!! dan apa yang kulihat??? nama "JURI" ada di tanda pengenal orang itu!!!!
oh tidak!!!

saat itu aku hanya bisa pasrah saja apabila ntar jurinya malah marah ke aku and nge-black list aku!!
tapi, ketakutanku salah!!!
bukannya di black list, eh malah dapat juara!! haha...
alhamdulillah...
puji Allah atas segala karunia yang diberikan olehnya..
thanks god!!

Friday, February 4, 2011

menuju sukses..



Bacalah Kisah katak kecil ini, dan lihat betapa besar perjuangannya…

Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil yang menggelar lomba lari. Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi. Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta.
Dan perlombaan dimulai…
Secara jujur, tak satupun penonton percaya bahwa katak-katak kecil akan bisa mencapai puncak menara. “oh jalannya terlalu sulit!!”, ujar seekor katak. “mereka TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak”, ujar yang lain. Dan katak di ujung yang lain berteriak “sudahlah, kalian tidak akan pernah berhasil …. Menaranya terlalu tinggi..!!”
Mendengar kata-kata itu, katak-katak kecilpun mulai berjatuhan, satu persatu. Hanya tinggal beberapa katak yang masih mencoba bersemangat menaiki menara secara perlahan-lahan, semakin tinggi dan semakin tinggi..
Penonton terus bersorak… tapi mereka tetap mengatakan, “terlalu sulit!!! Tak seorangpun akan berhasil!!!”. Mendengar teriakan itu katak-katak kecil menyerah, mereka satu persatu lagi berjatuhan…
…tapi ada SATU katak yang terus melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi… dia stu-satunya katak yang tidak menyerah! Saat yang lain sudah kelelahan dan terjatuh, katak satu ini berhasil mencapai puncak menara!!!
SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya? Seorang peserta bertanya cara katak berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan? Ternyata, katak yang menjadi pemenang itu, TULI!!!

Tuli disini berarti ia tak menghiraukan kata-kata negative dan pesimis dari orang lain. Sebab, mereka itulah yang akan menggagalkan imipiannya.

sumber: Prakuso, Bambang. 2008. My Dream buku panduan meraih impian 2009. Jakarta Selatan: DNA!COM

lalu, bagaimana jika kita gagal???
Jangan takut gagal!!!
Simak beberapa ungkapan berikut:

Perbedaan orang sukses dan orang gagal terletak pada cara menyikapi kegagalan tersebut. Orang gagal begitu jatuh tidak bangun lagi, sedangkan orang sukses, begitu jatuh akan bangun lagi dari kegagalannya (Bambang Prakuso)
Kegagalan terjadi hanya jika anda menerimanya sebagai kegagalan. Seseorang tidak akan pernah dikalahkan sampai ia menerima keadaannya sebagai kekalahan (Marshall Foch)
Setiap permasalahan adalah tantangan, jangan mencari pelarian darinya. Ambillah sikap keberanian dan keyakinan, lalu hadapilah (J.P. Vaswani)
Bangsa yang belum pernah mengalami kegagalan, tidak akan mengalami kesuksesan (Kahlil Gibran)

Setelah membaca tulisan ini, apakah yang hendak anda kerjakan???
Semoga tulisan kecil ini membuka inspirasi baru anda tentang luasnya dunia… 

tulisan ini untuk memenuhi lomba blog UGM. info lebih lanjut klik disini

Wednesday, January 19, 2011

jawaban atas doamu

ketika kau memohon kekuatan,

tuhan akan memberimu kesulitan agar kau menjadi kuat.


ketika kau memohon kebijaksanaan,

tuhan akan memberimu masalah untuk dipecahkan.


ketika kau memohon kesejahteraan,

tuhan akan memberimu akal untuk berpikir.


ketika kau memohon keberanian,

tuhan akan memberimu kondisi bahaya untuk kau atasi.


ketika kau mohon sebuah cinta,

tuhan akan memberimu orang yang bermasalah untuk kau tolong.


ketika kau mohon bantuan,

tuhan akan memberimu kesempatan.


kau tak akan pernah menerima apa yang kau pinta,

tapi kau akan menerima segala yang kau butuhkan.


doamu terjawab sudah!!!

jangan pernah merasa kurang

dan

jangan pernah merasa bahwa tuhan tak pernah mendengarkan doamu!!!

Thursday, April 29, 2010

Cinta Yang Agung...

Adalah ketika kamu "menitikan airmata"
Dan masih "peduli" terhadapnya...
Adalah ketika dia "tidak mempedulikanmu"
Dan kamu "masih menunggunya dengan setia"
Adalah ketika dia "mulai mencintai orang lain"
Dan kamu masih bisa tersenyum sembari berkata "sku turut bahagia untukmu"

Apabila cinta tidak berhasil "bebaskan dirimu"
Biarkan hatimu kembali "melebarkan sayapnya dan terbang k'alam bebas"
Ingatlah bahwa kamu mungkin akan "menemukan cinta dan kehilangannya"
Tetapi ketika cinta itu "mati" kamu tidak perlu "mati bersamanya"

Orang yang terkuat bukan berarti "mereka yang selalu MENANG"
Melainkan mereka yang tetap "tegar" ketika mereka jatuh.

Entah bagaimana dalam "perjalanan kehidupan"
Kamu belajar tentang "dirimu sendiri"
Dan menyadari bahwa "penyesalan tidak seharusnya ada"
Hanyalah "penghargaan abadi" atas pilihan kehidupan yang telah kamu buat.

Saturday, November 1, 2008

untaian puisi untuk ibu

Senandung-senandung merdu terlantun
Dari bibir manismu… ibu
Petuahmu tak pernah henti merasuk
Di jiwaku
Walau kadang tak kuindahkan
Tetapi engkau selalu sanggup ‘tuk ingatkan

Sulaman cinta yang kau tautkan
Melengkapi hiasan sutra hidupku
Jendela-jendela kasih yang kau buka
Mengizinkanku masuk, menari dalam hatimu
Pintu-pintu maaf yang kau gelar
Menunjukkan betapa besar jiwamu

Rangkaian kata kau alunkan
Senyum tulus yang tersimpul
Tatap matamu yang sayu
Sekejap menjadi doa nan indah

Pengertian agung selalu mengalir untukku
Membuatku tenang bu… bagai sunyinya telaga
Kukuhnya sabarmu, tegakkan benteng sukmaku

Ibu… kau tercipta untukku
Untuk menjagaku, merawatku, mendidikku
Dan kau lakukan semua
Penuh keikhlasan
Aku yakin bu…
Tak ada suatu apapun yang dengan sempurna
Dapat membalas pengorbanan dan perjuanganmu
Selain rahmat, hidayah, dan cinta-Nya