Showing posts with label kebersamaan. Show all posts
Showing posts with label kebersamaan. Show all posts

Wednesday, April 8, 2015

BUKAN AKU YANG MENGAJARI MEREKA

BUKAN AKU YANG MENGAJARI MEREKA
Oleh: Rima Nur Rahmawati

Namaku Mira, seorang mahasiswi kedokteran di salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Sore itu, dengan dress merah jambuku, aku berjalan di lorong fakultas sembari membawa map merah berisikan biodata, lembar formulir, dan foto berukuran 3x4. Kakiku seakan lemas, tak kuasa melanjutkan perjalanan yang sebenarnya tak jauh juga. Entah, ada perasaan takut di dalam hati ini. Perasaan cemas, ragu, dan segala hal yang berbau negative thinking.
Hari ini, aku yang bukan siapa-siapa, disuruh melamar menjadi seorang mentor oleh seorang dokter yang menjadi dosen pengampu kuliahku. Lidahku kelu saat ingin mengatakan, “saya tak sanggup dok, saya tak cukup memiliki ilmu untuk menjadi mentor”, pita suaraku pun ikut mengencang saat ingin berkata, “jangankan untuk berbagi ilmu agama dengan menjadi mentor, saya saja malas-malasan ikutan mentoring. Seandainya mentoring ini tidak bersifat wajib, mungkin saya tidak mengikutinya.”
Lalu, hei, ketika semua kata-kata itu melayang dalam angan, tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dari belakang. “Jangan ragu, masuklah ke dalam. Kalau memang kamu belum pantas menjadi salah satu mentor di fakultas ini, ya kamu tidak akan lolos seleksi bukan? Yang daftar banyak, jangan kepedean bakal lolos.” Sambil tertawa, salah satu dosen muda itu meninggalkanku yang berdiri terpaku di balik pintu masuk. Kata-katanya sedikit, sedikit menyakitkan hatiku kala itu.
Bismillah, aku mengetuk pintu itu sembari berucap salam. Kata ustadzku dulu, tak afdhol jika masuk ruang tak mengucap salam. Sedetik, dua detik, tiga detik, empat detik, aku hanya berdiri di depan meja registrasi. Seolah ragu akan menyodorkan berkas-berkas dalam map tersebut. “jadi submit tidak dek?” pertanyaan ibu-ibu petugas itu sontak memecah diamku. Spontan, tanganku yang kaku langsung menyodorkan berkas itu ke petugasnya. Sambil tersenyum, aku berbalik badan dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Singkat cerita, aku lolos seleksi administrasi dan lanjut dalam tes wawancara dan tes lisan. Tak ada persiapan apapun untuk menyongsong tes kali ini. Sungguh hina sekali bukan? Naluri dan akalku semalaman telah beradu, perang, pecah, tak sanggup untuk berkata ya atau tidak. Ketika naluriku tahu bahwa kewajiban setiap muslim adalah berdakwah, walau hanya satu ayat, dengan cara bagaimanapun. Seketika itu akalku tak kuasa berkata bahwa aku hanya seonggok debu yang tak lebih baik dari mereka, para pendaftar mentor lainnya.
Hari berganti hari, pengumuman mentor yang lolos sudah dipampang di papan pengumuman. Bagai petir di siang bolong, aku melihat namaku jelas di jajaran nama mentor lainnya. “Apa iniii???” Naluri dan akalku kembali bergejolak. Perasaan sebagai butiran debu tak bernilai semakin menjadi, lebih parah bahkan. Bagaimana tidak, mereka yang duduk dalam nama mentor itu minimal telah hafal 1,5 juz, lebih bahkan. Lalu bagaimana dengan aku? Ya, aku tetaplah seonggok debu tak ternilai.
Senin, selasa, rabu, pergantian hari membuat tekad ku untuk resign dari mentor semakin bulat, kokoh, dan tak tertandingi. Walaupun sang naluri berkata, “jangaaannn lakukan itu”. “Bukankah hidup adalah pilihan? Pilihlah apa yang membuat hatimu senang.” begitu sang akal mengelaknya.
“Cobalah dulu, jangan mundur sebelum kamu mencoba. Apakah mental dari sang juara dunia seperti ini? Penakut? Takut hanya karena merasa tak pantas? Allah telah memilihmu, maka lakukanlah sebisamu. Bukankah wajib hukumnya bagi setiap orang muslim untuk berdakwah? Lakukan semaksimal mungkin seperti saat kamu mengejar duniamu yang kamu suka. Saya yakin, banyak kelebihan yang kamu miliki dan tidak dimiliki orang lain, termasuk para mentor lainnya disini. Saya percaya, kamu bukanlah seonggok debu tak ternilai. Saya percaya, kamu adalah mutiara yang sangat mahal. Mutiara yang masih dalam mulut kerang, belum terlihat. Sekaranglah, waktunya kita, para pencari mutiara dalam kerang itu beraksi mencari sang mutiara, seperti kamu. Jadi saya mohon, kamu membantu saya dengan segenap keikhlasan.”
Kata-kata dosen itu membuatku terdiam, tertegun cukup lama bahkan. Hingga kata-kata itu masuk ke dalam liang telinga, menembus akal yang sebelumnya menolak. Dan akhirnya kini, sang naluri lah yang menang.
*****
Sore ini, aku duduk bersama mereka, adik mentor yang sangat super rupanya. Mungkin ada perasaan minder dalam hati. Tapi hei, ingatlah bahwa setiap orang punya kelebihan masing-masing bukan? Dan aku yakin, aku masih punya satu sisi yang dapat ku bagi kepada mereka, dan tentunya yang mereka belum punya dan ketahui.
Hari demi hari aku merasakan perbedaan setelah berbagi ilmu bersama mereka. Bukan karena aku merasa seolah-olah menjadi seorang pengajar, bukan. Tapi aku sangat merasa bersyukur karena telah terjebak dalam lingkup ini. Lingkungan yang baik ini, yang insyaAllah di barokahi oleh Sang Pemilik kehidupan. aku banyak belajar mengenai Islam dari mereka, banyak belajar mengenai arti kehidupan dari mereka, walaupun mungkin mereka sendiri tak menyadarinya. Dan betapa senangnya hati ini ketika bersama mereka, hati terasa tenang, damai, dan sejuk. Sangat indah, tak pernah kurasakan sebelumnya. Bukan karena apa-apa, tapi karena kita memiliki tujuan yang sama. Mentoring untuk belajar agar semakin dekat kepada Sang Pencipta. Mungkin ini yang dinamakan tersesat dalam jalan yang benar :)

“Bukan aku yang mengajari mereka, tapi justru dengan mengajar adik-adik itu, aku lah yang dapat belajar akan banyak hal. Kehidupan sangat indah jika saling berbagi, bukan?” :)

Sunday, September 22, 2013

Aku dan AMTku :)

kemarin, tanggal 21 september 2013 aku yang notabenya mahasiswa baru fakultas kedokteran uii diwajibkan untuk mengikuti AMT (achievement motivation training). aku berangkat bersama 3 temanku lainnya, Ria, Rara, dan Ayu. disana kita yg jumlah pesertanya sekitar 60 orang, dibagi menjadi 2 kelas. aku masuk dikelas B. 
banyak sekali materi yang bisa didapatkan disana. all about kehidupan. tentang kerasnya hidup, dan perjuangan yang SEPANTASNYA dilakukan oleh orang2 yang MAU menggenggam dunia. (maaf capslocknya kececer, hehehe)
kalau mau share tentang apa aja yang didapetin dr acara AMT kemarin sih, aku sampek ndak bisa njabarin. mungkin 1 kata yang mewakilinya, "AMAZING".
alhamdulilah, kemarin aku pulang dengan membawa beberapa hadiah :) ada cadburry chocolate sebagai hadiah karena bisa njawab pertanyaan dari si pemateri :) dan mendapat 3 buah buku motivasi yg kereeeeeennnnn karna diberi penghargaan sebagai peserta terbaik :) trimakasih dr.agus dan seluruh panitia :)

kata terakhir dariku, aku bangga dengan kampus baruku ini. dia dengan sigap mendidik kita untuk benar2 menjadi calon2 dokter muslim yang berkualitas :) i'm proud to be the one of med'faculty student at uii :) 

Friday, November 16, 2012

menjadi mahasiswa

mahasiswa...
sebuah gelar yang ku sandang beberapa bulan ini.
kata orang2 yang pernah merasakan gelar ini sebelumnya, menjadi seorang mahasiswa itu enak. tidak sibuk, bisa jalan2 kemanapun dan kapanpun, tugas bisa diatur, dan sebagainya.
tapi, kenapa yg aku rasain justru berbeda?
benar menjadi mahasiswa itu enak.. :) that's right
tp, buktinya aku sibuk sekarang dengan sandangan mahasiswa dalam namaku. bahkan aku jauh lbh sibuk daripada zaman sekolah dulu.
aku sekarang tidak bisa jalan-jalan sesuka hatiku, kemanapun yang kumau. karna gerak langkah kakiku terbatas sebab banyaknya tugas dan aktifitas yang mengikatku.
sebenarnya, aku yang membuat diriku begitu super sibuk.
aku pula yang membatasi gerak langkahku untuk jalan-jalan sesuka hati.
karena aku tak ingin membuang waktuku menjadi seorang mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang). aku juga tak ingin menjadi mahasiswa kura-kura (kuliah-rapat, kuliah-rapat) ataupun kuda-kuda (kuliah-da'wah, kuliah-da'wah).
aku ingin lebih dari itu.
aku ingin bisa jauh lebih maju, mandiri, inovatif, kreatif, aktif, disiplin, dan semua yang kubutuhkan di hari mendatang.
karena aku ingin berbeda.
aku ingin sukses dihari mudaku hingga tuaku nanti.
aku ingin masa mudaku ini tertulis rapi, menjadi kisah indah perjuanganku untuk mengepakkan sebersit senyuman indah di bibir keluargaku, terutama bunda dan ayahku. :*
lepas dari semua itu, aku bahagia jadi seorang mahasiswa. semoga ini langkah awal yang baik menuju kesuksesan dan kebahagiaan bersama. :) amin

by: rima nur rahmawati

Thursday, August 11, 2011

indahnya ramadhan...

kebersamaan saat berbuka puasa membuat kita semakin merasakan indahnya ramadhan.. apalagi makan bersama keluarga tercinta.. pasti semakin menyenangkan...:)

ditambah dengan keajaiban langit yang disulap oleh sang Ilahi... wajah dinasaurus berada di kegelapan langit yang begitu cerah.. membuat kita semakin merasakan betapa besar keagungan-Nya...

*jenis kamera: HP samsung tipe GT-S5333
*pengambilan gambar: rumah makan joglo di malang (makan bersama)
di depan pabrik PT ATI kecamatan gempol pasuruan, jawa timur (kepala dinasaurus)pada tanggal 1 agustus 2011